Kuatkan
Sinar sang fajar mulai menyentuh hangat wajahku. Cahayanya terpancar menembus jilbab panjangku yang terurai. Kicau burung burung nyaring terdengar, menghibur kami kala berada di persawahan waktu itu. Sayup- sayup hembusan angin terus terasa. Padi-padi di sawah menari–nari menyambut petani, menunduk keberatan buih, seakan siap di untuk di nikmati. Hmm, iya ini musim panen. ... Liburan kali ini kami memilih untuk pulang ke rumah mertua, yakni orang tua suamiku, Mas Fatan. Tentunya bersama Husna pula. Berjalan di jalan setapak dekat persawahan memang cukup menyegarkan. Ternyata tak hanya kami bertiga yang menikmati indahnya persawahan pagi itu. Anak- anak dari para tetangga mertua pun banyak yang berlarian, bermain main, berkejar- kejaran. Husna pun ikut hanyut dalam keriangan mereka. Sementara itu tangan kami yang tadinya menggandeng Husna, kini tangan Mas Fatan beralih menggandeng ku. Melihat keriangan Husna di tengah anak- anak itu. Seketika aku teringat masa lal...